Home  
 
Media Komunikasi Keuskupan Bogor - M E K A R - Edisi Januari-Maret 2012
 

MISA SYUKUR PEMBERKATAN GEDUNG PASTORAL

PAROKI ST. FRANSISKUS ASISI, SUKASARI
 


Bersyukur adalah adalah salah satu ungkapan kita saat mendapatkan sesuatu yang istimewa. Paroki Santo Fransiskus Asisi, Sukasari pun mengungkapkan syukur atas selesainya pembangunan Gedung Pastoral Paroki pada Sabtu, 28 Januari 2012 pukul 17.00 yang dilaksanakan dalam Perayaan Ekaristi.

Gedung Pastoral Paroki ini terdiri dari

  1. Lantai 1 : basement seluas 500 (488) m2 dijadikan tempat parkir

  2. Lantai 2 : aula St. Michael seluas 500 (488) m2 dijadikan ruang serbaguna dan tempat misa, dapat menampung umat sebanyak 600 orang.

  3. Lantai 3 : seluas 340 m2, dijadikan tempat tinggal dan ruang serbaguna para imam.

  4. Lantai 4 : ruang meditasi seluas 160 m2 (162).

Luas total 1500 (1480) m2.
Rencana awal membangun gedung pastoral paroki ini adalah untuk perluasan parkir, namun ternyata tidak mendapatkan hasil maksimal untuk parkiran mobil. Ide membangun tetap dipertahankan dan disempurnakan guna memenuhi kebutuhan umat dalam kegiatan menggereja yang semakin berkembang.

Misa Syukur dipimpin oleh Mgr. Michael Cosmas Angkur, OFM; RD. Ignatius Heru Wihardono, dan RD. Robertus Eeng Gunawan. Sekitar pukul 17.00, para petugas misa dengan diawali para penari cilik dari TK Mardi Yuana Sukasari mulai memasuki gereja. Sesampainya di depan altar, lagu pembukaan pun dinyanyikan. Bangku-bangku penuh terisi oleh undangan dan umat.

Mengawali homilinya, Mgr. Michael, OFM menyampaikan bahwa bacaan-bacaan misa pada sore itu (Hari Minggu Biasa IV) intinya adalah mengenai kemunculan nabi. Sejak zaman Perjanjian Lama, Tuhan selalu memberikan sabdaNya kepada manusia melalui perantaraan para nabi. Sabda Tuhan mempunyai ciri-ciri : kekuasaan, dinamis, memperkembangkan, dan relatif. Sabda bersumber pada otoritas Allah sendiri. Berdasarkan sabda Allah itulah para nabi berani mewartakan Kerajaan Allah. Nabi-nabi mewartakan kemauan Allah sendiri. Sebagai contoh : Nabi Musa mendengar sendiri dari Tuhan pesan-pesan kenabian. Allah memberikan arah pada manusia kepada yang akan datang. Jauh sebelum Yesus lahir kedatanganNya pun sudah diberitahukan kepada para nabi. Yesus adalah nabi yang penuh otoritas. Apa yang dikatakanNya adalah langsung dari Allah. Dia adalah kepenuhan wahyu Allah yang terus menciptakan dan memperbaharui kita. Sebagai jemaat Yesus, kita berdoa karena masih perlu terus mendengarkan firman Allah. Dengan berdoa, kita berbicara dengan Tuhan, mendekatkan diri denganNya, dan siap mendengarkan firmanNya.

Mgr. Michael, OFM menekankan bahwa sore itu, seluruh yang hadir hendak merayakan suatu peresmian/inagurasi gereja (gedung). Beliau mengikuti perkembangan Gereja St. Fransiskus Asisi Sukasari sejak 1963 dan lebih intens lagi sejak 20 tahun lalu, saat beliau ditahbiskan menjadi Uskup Bogor. Mgr. Michael, OFM bercerita, dahulu di bawah gereja ada rumah kecil yang menjadi tempat tinggal Mgr. Ignatius Harsono (Uskup Bogor sebelumnya). Mgr. Harsono meminta Mgr. Michael, OFM untuk membantunya memperbaharui rumah kecil tersebut. Karena umat semakin berkembang maka gereja pun semakin tidak memadai lagi untuk menampung umat. Bukan proses yang singkat, harus melalui beberapa kali pembangunan, akhirnya Paroki St. Fransiskus Asisi, Sukasari menjadi seperti sekarang yang kita lihat. Bangunan baru ini hanya tanda, tetapi penting sebagai bentuk kesatuan umat yang menghargai pelayanan pastoral. Mgr. Michael, OFM mengajak semua umat untuk bersyukur kepada Allah atas semua kerja dan niat baik yang telah terlaksana. Rasa syukur dapat pula diwujudkan melalui kegiatan-kegiatan nyata di gedung baru ini.

Bapa Uskup menambahkan, bahwa di tingkat Keuskupan pun perlu adanya Pusat Pastoral (Puspas) Keuskupan, rencana ini sedang diupayakan. Seperti pembangunan-pembangunan lainnya, mendirikan gedung Puspas pun membutuhkan proses. Saat ini, masih dalam tahap pemasangan tiang-tiang pancang. Gedung Pusat Pastoral menjadi tempat tinggal dan karya Uskup, serta pusat pembinaan iman. Pendirian gedung Puspas bukan untuk pamer tetapi untuk pengembangan karya Allah. Setelah selesai membangun gereja secara fisik, kita pun harus membangun gereja rohani, supaya hidup menjadi seimbang dan selalu terarah kepada Yesus.
Selesai homili, Bapa Uskup didampingi Rm. Heru dan Rm. Eeng berdoa serta memberkati air dan garam yang akan dipakai untuk memberkati gedung-gedung baru. Ada tiga gedung baru yang diberkati, yaitu: gedung pastoral paroki, gedung PSE, dan toko rohani. Saat misa, hanya aula St. Michael yang terletak di gedung pastoral paroki yang diberkati oleh Mgr. Michael, OFM; sedangkan pastoran, gedung PSE, dan toko rohani diberkati oleh para imam setelah misa.

Misa berjalan dengan khidmat dan lancar. Sebelum berkat penutup, ada beberapa sambutan, yakni :

  1. Dari Bp. Tarsisius Suyitno selaku Ketua Panitia Penyelenggara Pemberkatan Gedung. Beliau mengemukakan bahwa pembangunan gedung pastoral paroki ini berlangsung sejak Juni 2010, dengan hasil 4 lantai dan 3 tingkat.
     

  2. Dari Bp. Silvester Surya Tjandra selaku Ketua Panitia Pembangunan. Beliau mengatakan pada Februari 2011 melalui rapat DPP Harian, susunan Panitia Pembangunan dilengkapi dengan adanya Panitia Pengawas, penambahan koridor samping gereja, dan beberapa penyesuaian fungsi pastoran supaya menjadi lebih baik dan luas. Secara fisik bangunan selesai pada Juni 2011, telat 3 bulan dari jadwal semula. Biaya yang dikeluarkan mencapai Rp 4.183.808.000,-. Terima kasih kepada seluruh donatur; baik dari konser, dari amplop dana yang dibagikan setiap misa Minggu I, dari paroki-paroki lain, maupun dari kupon undian berhadiah. Dana dari umat sendiri mencapai Rp 1,6 milyar, melebihi target. Pemilihan kontraktor dilakukan melalui tender. Ada 5 perusahaan, namun yang lolos hanya 2 perusahaan. Dan yang terpilih adalah Surya Bangun Persada Indah (kontraktor utama) dan Wijaya Karya (kontraktor). Terima kasih pula kepada Bp. Arsian Wirawan, Ketua Panitia Pembangunan sebelumnya.
    Mengakhiri sambutannya, Bp. Surya dan Rm. Heru menandatangani berita acara penyerahan dokumen-dokumen pembangunan dari panitia kepada pastor paroki, disaksikan oleh Mgr. Michael, OFM; Rm. Eeng, pihak kontraktor, panitia pembangunan serta panitia pengawas.
     

  3. Dari RD. Ignatius Heru Wihardono, selaku Pastor Paroki. Rm. Heru mengawali sambutannya dengan mengucapkan puji syukur bahwa pekerjaan berat telah selesai dan diberkati oleh Bapa Uskup. Terlebih lagi pekerjaan ini selesai tanpa meninggalkan hutang. Rm. Heru menyampaikan terima kasih kepada Bapa Uskup yang terus memberikan dukungan dan arahan; kepada kontraktor dan Bp. Arsian Wirawan; kepada seluruh panitia yang telah bekerja dengan kompak dan membuat laporan yang lengkap/detail; kepada paroki-paroki yang telah mengizinkan panitia meminta bantuan dana; juga kepada seluruh umat St. Fransiskus Asisi Sukasari yang tidak mengeluh terus-menerus diberikan amplop pada Minggu I setiap misa. Ini adalah hasil kerja seluruh umat. Sedangkan gedung PSE adalah pemberian/sumbangan dari umat, melalui PSE gedung ini akan dikaryakan. Rm. Heru juga meminta maaf atas beberapa keputusannya yang tidak enak/tidak berkenan selama proses pembangunan, namun semuanya itu demi kepentingan paroki. Menutup sambutannya, kembali beliau mengucapkan terima kasih atas kehadiran seluruh undangan dan umat serta kerja dari panitia penyelenggara peresmian sore itu.
     

Selesai misa dan berganti pakaian, Bapa Uskup dan para imam, dipandu kembali oleh para penari cilik, berjalan menuju pintu Aula St. Michael yang masih ditutup. Kemudian Bapa Uskup meresmikan pemakaian Aula St. Michael dengan menggunting pita yang direntangkan di pintu dan menandatangani prasasti. Bapa Uskup, para imam, para tamu undangan, serta umat masuk ke dalam aula dengan disambut tari selamat datang Tari Jaipong dan Tari Pendet - yang ditarikan oleh anak-anak perwakilan dari wilayah-wilayah. Lebih dari 4 macam makanan tersedia dalam bentuk pondokan di sisi kanan dan kiri aula. Sebelum menyantap semua itu, Rm. Eeng didaulat untuk memimpin doa makan. Sembari seluruh yang hadir menikmati makan malam, di panggung acara hiburan dari tiap wilayah tetap disajikan dengan dipandu 2 orang MC, yakni Ibu Tanti Yulia dan Bp. ABN. Sukotjo. Semua yang hadir terlihat menikmati makanan dan hiburan. (M.74)
 

 

 

Home

   

 

 

Copyright 2007, Komisi Komunikasi Sosial Keuskupan Bogor
Jl. Kapten Muslihat No. 22 Bogor