kembali ke Pendidikan kembali ke Tarekat index

YAYASAN BUDI MULIA

 

Sejarah Yayasan & Latar Belakang 

Kongregasi Bruder Budi Mulia berdiri di Ronse, Belgia pada tahun 1830 merupakan tarekat aktif yang mempunyai suatu perutusan yang khas, yaitu pengabdian kepada sesama, khususnya kaum miskin. Untuk mewujudkan perutusannya, Kongregasi Bruder Budi Mulia mendirikan Yayasan Budi Mulia, yang bergerak dalam bidang karya sosial, kesehatan dan karya pendidikan formal. 
Di Indonesia, karya pendidikan formal Budi Mulia meliputi : TK, SD, SLTP, SMU, SMK Grafika dan OTC. Dalam pelaksanaan sehari-hari, karya pendidikan formal Budi Mulia berpedoman pada visi dan misi karya pendidikan Budi Mulia di Indonesia, yakni : 

Visi

ikut serta dalam karya penyelamatan Allah melalui pendidikan Budi Mulia,
sehingga terbentuk manusia dewasa dan mandiri yang dijiwai spiritualitas Pendiri Kongregasi Bruder-bruder Budi Mulia di Indonesia.

Misi 

masyarakat pendidikan Budi Mulia mengalami keadilan dan pembebasan dari kesusahan, 
sehingga mampu dan siap sedia mewujudkan dan memperjuangkan hidupnya.

Di Indonesia, Kongregasi Bruder-bruder Budi Mulia pertama kali berkarya di Keuskupan Bogor pada tahun 1926 atas undangan Vikaris Apostolik Jakarta Pastor van Velsen dengan mendirikan Panti Asuhan (di gedung Seminari sekarang). 
Pada awalnya anak-anak Panti Asuhan mengikuti pendidikan di sekolah-sekolah umum di Jalan Paledang. Atas desakan dari Pemerintah bahwa para Bruder harus mendirikan sekolah sendiri, maka dibelilah sebidang tanah untuk persekolahan di belakang gedung Seminari. Pada tanggal 4 Juli 1928, gedung SD diberkati dan mulai dipergunakan secara resmi. Sebagai perintis yang berkarya di SD adalah Br. Leobinus, Br. Otgerus, Br. Rafael, Br. Salvator, dan bersama tiga orang tenaga pengajar awam. 

Dalam penerimaan siswa baru, pada awalnya sekolah hanya menerima anak-anak Panti Asuhan dan masyarakat sekitar dari kalangan ekonomi lemah (kaum miskin), tetapi kemudian menerima anak-anak dari keluarga berada. Adapun kegiatan-kegiatan yang diadakan di luar sekolah diantaranya adalah perkumpulan kaum muda, kepanduan, paduan suara dan sandiwara. Karena semakin banyak kegiatan yang harus dilayani, maka tenaga Bruder ditambah, sehingga pada tahun 1930 jumlah Bruder yang berkarya sebanyak 12 orang.

Pada tahun 1933 dibuka percetakan dan penjilidan Vincentius yang menerima pesanan-pesanan dari kota. Pada tanggal 9 Desember 1941 terjadi ancaman perang di wilayah Bogor. Bulan April 1942, Jepang menduduki Pulau Jawa dan memenjarakan Bruder-bruder yang ada, kecuali Bruder Mateus yang luput dari penawanan tentara Jepang.

Pada bulan September 1945, Bruder-bruder dikeluarkan dari kamp, dan kembali ke Bogor. Tahun 1948 Sekolah Dasar dibuka kembali dengan jumlah siswa 306 orang dan pada tahun 1949, dibuka SMP dengan jumlah siswa 80 orang. 
Tahun 1963, asrama Panti Asuhan ditutup dan pada tanggal 1 Oktober 1965, Bruder-bruder pindah dari gedung Seminari (sekarang) ke Bruderan yang sebelumnya sebagai Pastoran. 

Pada tahun 1988 SMU Budi Mulia didirikan di kompleks yang sama dengan SD dan SMP. Sekolah ini terus berkembang dan dapat menampung cukup banyak siswa yang membutuhkan pendidikan melalui para Bruder Budi Mulia. Bahkan, pihak Keuskupan Bogor juga turut menggabungkan para siswa Seminari Menengah Stella Maris untuk bersekolah di sini.

 

Yayasan Budi Mulia sebagai Badan Hukum

Yayasan Budi Mulia didirikan dan disahkan oleh Notaris Sie Kwan Djioe dengan Akte Nomor 60 pada tanggal 16 Januari 1958 jo Akte Notaris Trisnawati Mulia, SH. No. 56 tanggal 13 Desember 1984 tentang Anggaran Dasar Yayasan Budi Mulia beserta perubahannya. Adapun maksud/tujuan dari Yayasan ini adalah untuk mendirikan, melangsungkan dan menyelenggarakan lembaga-lembaga amal, pendidikan dan pengajaran serta badan-badan lainnya yang azasnya tidak bertentangan dengan maksud dan tujuan Yayasan Budi Mulia dengan kesejahteraan serta hukum-hukum Negara Republik Indonesia.

Yayasan ini mempunyai cabang-cabang di Jakarta, Bogor, Minggir (Yogyakarta), Lawang (Jatim), Pangkalpinang, Pematang Siantar, Pangururan, dan Manduamas di Sumatra Utara.

Karya Yayasan Budi Mulia di Bogor meliputi:

  1. Pendidikan formal: SD, SLTP, SMU Budi Mulia
  2. Non formal: bidang kesehatan, sosial, KUPERDA dan Pastoral Paroki

 

Alamat
Jalan Gunung Sahari No. 91
Telepon : 420 1461, 422 5224
J A K A R T A - 10610

Cabang Bogor
Jalan Kapten Muslihat No. 20
B O G O R

(Sumber : Br. Nico B. Simanjuntak, SKM dalam buku 50 Tahun Keuskupan Bogor, dengan beberapa penyuntingan)